Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

Negeri 5 Menara : Menggapai Mimpi dengan Man Jadda Wajada

Negeri 5 ...Mengangkat cerita dari sebuah novel laris karya A.Fuadi yang berjudul sama, film Negeri 5 Menara menawarkan kisah tentang perjuangan keras seorang remaja untuk menggapai mimpinya, meskipun jalan yang harus dia tempuh tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Film garapan sutradara Affandi Abdul Rachman ini, menceritakan tentang perjalanan seorang remaja asal Maninjau, Sumatera Barat, bernama Alif (Gazza Zubizareta) yang ingin melanjutkan pendidikannya ke SMA setelah lulus SMP. Alif berniat masuk SMA Bukit Tinggi dan kuliah di ITB seperti sosok idolanya B.J. Habibie.

Namun impian Alif tersebut seakan sirna setelah sang Amak (Lulu Tobing) dan Ayah (David Chalik) ingin putranya tersebut masuk ke pesantren di Jawa Timur, agar bisa bermanfaat bagi banyak orang seperti Bung Hatta dan Buya Hamka.

Dengan setengah hati, Alif akhirnya mengkikuti kemauan kedua orangtuanya untuk masuk pesantren Pondok Madani. Semangat Alif kian kendur setelah mengetahui sistem pendidikan Pondok Madani lebih lama setahun ketimbang SMA. Namun Alif tetap berusaha tegar untuk menjalani sekolahnya bersama 5 teman dari daerah lain yaitu Said (Ernest Samudra) dari Surabaya, Baso (Billy Sandy) dari Gowa, Atang (Rizki Ramdani) dari Bandung, Raja (jiofani Lubis) dari Medan, dan Dulmajid (Aris Putra) dari Madura.

Karena sering berkumpul di sebuah menara Pondok Madani, Alif dan kawan-kawan akhirnya sepakat menamakan kelompok mereka Sahibul Menara dengan semangat Man Jadda Wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil).

Salman Aristo selaku penulis skenario film Negeri 5 Menara, dinilai sangat mampu mengubah karya tulisan A.Fuadi menjadi bentuk audio visual tanpa mengurangi semangat dan pesan yang ada didalamnya.

Banyak hal yang dapat diambil dari film Negeri 5 Menara, selain mampu memberi semangat lebih untuk mengejar mimpi, layar lebar produksi Million Pictures ini juga berpesan untuk memiliki tekad yang kuat untuk menggapai suatu tujuan dan patuh terhadap perintah orang tua.

Selain itu, secara teknik pengambilan gambar, sutradara Affandi Abdul Rachman juga sangat cerdik untuk membedakan suasana masa lampau di Maninjau dan masa kini di London dengan menggunakan 2 jenis kamera yaitu ARRI Alexa serta Canon 7D.

Dr. Seuss' The Lorax : Mencari Keaslian Ditengah Kepalsuan

The LoraxApa jadinya ketika pola hidup manusia di masa yang akan datang hanya bertumpu dari alam imitasi yang terbuat dari plastik mulai dari tanah, rumput, salju, dan pepohonan? jawabannya adalah kehidupan mereka pasti akan penuh kepalsuan dan jauh dari sifat alami. Itulah gambaran singkat yang coba digambarkan melalui film Dr. Seuss' The Lorax.

Layar lebar yang diangkat dari buku cerita anak karangan Theodor Seuss Geisel atau akrab dipanggil Dr. Seuss ini, mengisahkan tentang kehidupan manusia di wilayah yang bernama Thneedville, dimana semua penduduknya hidup dengan lingkungan yang terbuat dari bahan plastik. Di wilayah yang modern itu, sama sekali tidak ditemui pohon, air bersih, tanah, dan rerumputan, semua digantikan oleh pelastik yang dikelola oleh seorang pengusaha besar bernama O'Hare (Rob Riggle).

Pada suatu ketika, seorang remaja bernama Ted (Zac Efron) berusaha mencari sesuatu yang diidamkan oleh gadis pujaannya yaitu Audrey (Taylor Swift) berupa pohon asli berjenis Trufulla. Lewat petunjuk dari sang nenek, Ted berusaha keras untuk mencari pohon asli Trufulla yang kemungkinan masih dimiliki oleh The Oce-ler (Ed Helms), yang masa hidupnya dipenuhi dengan penyesalan karena tidak mendengarkan amanat penjaga hutan bernama Lorax (Danny DeVito).

Pada dasarnya, film Dr. Seuss' The Lorax memiliki cerita yang sangat sederhana yaitu mencoba membangkitkan semangat generasi muda untuk melestarikan alam demi kehidupan masa depan yang lebih baik. Namun lewat tangan dingin sutradara Chris Renaud dan Kyle Balda, alur film ini seakan dimodifikasi dengan bentuk yang lebih menyenangkan seperti menambahkan unsur musikal didalamnya.

Dengan menawarkan nuansa gambar yang sangat cerah dan tokoh-tokoh animasi lucu seperti beruang, burung, ikan, dan karakter penjaga hutan yang bertubuh mungil berwarna oranye yaitu Lorax, dapat dipastikan secara tidak langsung film ini akan sangat jauh dari kesan membosankan.

Tindakan masa lalu yang telah dilakukan oleh The Oce-ler dan kepedulian Ted untuk melestarikan pohon, seakan menjadi kunci utama di film ini, karena disana tersisip sebuah edukasi yang bisa diserap dengan mudah oleh generasi muda dan berharap bisa dipresentasikan dalam kehidupan nyata.

John Carter : Petualangan Manusia di Planet Mars

John CarterJohn Carter (Taylor Kitsch) tidak pernah menduga bahwa tekadnya menemukan gua penuh emas justru membawanya ke petualangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Mantan Kapten perang Konfederasi yang menolak memerangi kaum Indian itu akhirnya berada di sebuah planet bernama Barsoom atau Mars.
Kejadian ini bermula saat Carter yang berusaha sembunyi di dalam goa ternyata menemukan sosok misterius yang belakangan di ketahui sebagai kaum Thern (kaum yang dikenal sakti di planet Barsoom). Jadilah Carter menjelajah planet merah tersebut.
Di Barsoom sendiri terdapat dua suku yang sudah lama berperang, Zodanga dan Helium. Zodanga di pimpin penguasa kejam Sab Than (Dominic West), sedangkan Helium dipimpin Raja Tardos Mors (Ciaran Hinds) yang memiliki seorang putri cantik bernama Dejah Thoris (Lynn Collins).
Sab Tan yang di bantu oleh Matai Shang (Mark Strong) pemimpim kaum Thern yang mempunyai senjata sinar kesembilan membuat pemimpin kejam itu hampir berhasil menguasai Helium. Raja Tardos yang putus asa tidak ingin melihat kerajaan serta rakyatnya hancur terpaksa menerima tawaran Sab Tan yang ingin mempersunting Dejah sebagai syarat perdamaian.
Carter sendiri memulai petualangan nya di Barsoom saat bertemu dengan Tars Tarkas, pemimpin kaum Tharks. Mahluk hijau mirip reptil yang memiliki empat tangan. Bersama kaum Tharks, Carter akhirnya membantu Dejah untuk mengalahkan niat jahat Sab Tan dan Matai Shang.
Secara keseluruhan John Carter yang diangkat dari cerita hasil adaptasi dari novel pertama Edgar Rice Burroughs yang berjudul A Princess of Mars itu tampil memukau. Andrew Stanton yang sukses dengan Finding Nemo (2003) dan WALL·E (2008) menggambarkan kehidupan di Barsoon atau Mars sangat sederhana, hampir mirip dengan kehidupan di Jasoom, sebutan Planet Bumi bagi penduduk Barsoom.
Diantara peperangan antara suku Zodanga dan Helium diatas kapal yang mengapung di udara yang bisa membuat tegang, adrenalin Anda akan turun saat menyaksikan sisipan kisah asmara antara John Carter dan Dejah Thoris

THE RAID : Pertarungan yang Agresif dan Brutal

The RaidSebanyak 20 pasukan khusus ditugaskan secara rahasia untuk menyerbu markas penjahat kelas kakap bernama Tama (Ray Sahetapy) di sebuah gedung setinggi 30 lantai yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh aparat penegak hukum. Kondisi tersebut kian parah karena gedung tersebut dimanfaatkan oleh para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri sebagai tempat perlindungan yang aman.

Pada dini hari, Iko Uwais (Rama) selaku salah satu angota pasukan khusus tersebut rela meninggalkan istrinya yang sedang hamil besar demi menjalankan tugasnya sebagai aparat hukum. Namun misi yang yang dijalankan oleh pasukan khusus tersebut tidak berjalan dengan lancar karena kedatangan mereka diketahui oleh anak buah Tama.

Suasana semakin mencekam setelah 20 pasukan tersebut terkunci dalam sebuah gedung dimana Tama memerintahkan seluruh penghuninya untuk menyerang mereka. Dengan kondisi itu, Rama dan rekan-rekan harus berjuang mati-matian setiap lantainya demi menangkap Tama.

Layar lebar produksi PT. Merantau Films dibawah garapan sutradara Gareth Evans ini, diketahui jauh lebih agresif dan brutal dari film sebelumnya yang berjudul Merantau (2009). Selain menawarkan aksi laga tangan kosong khas silat, film The Raid juga menampilkan pertarungan dengan golok dan senjata api yang sangat seru.

Ketika cerita film sudah memasuki area gedung, para penonton pastinya akan dimanjakan oleh aksi pertarungan yang sangat seru dari Iko Uwais (Rama), Yayan (Mad Dog), dan Donny Alamsyah (Andi). Saking serunya aksi laga yang ditampilkan oleh mereka, seakan mampu membuat para penontonnya ikut merasakan rasa sakit atau ngilu begitu melihatnya.

Meskipun film The Raid menonjolkan aksi laga yang memukau, namun pesan yang coba ditawarkan dari layar lebar tersebut sebenarnya adalah kekuatan sebuah perjuangan, bertahan hidup, dan berada di sisi yang benar.

Film yang sukses meraih penghargaan bergengsi di kancah perfilman international seperti Toronto International Film Festival 2011 (Cadillacs Peoples Choice award), Jameson Dublin International Film Festival 2012 (Audience Award), dan Festival Film Sundance 2012 sebagai karya yang paling disukai oleh pihak panitia ini, serentak ditayangkan di Indonesia, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat pada tanggal 23 Maret 2012.

Minggu, 25 Maret 2012

SEANDAINYA; Drama Remaja Romantis Rapi Films


XXI Platinum, Jakarta, Kabarindo- Pantas saja Gope T. Samtani dan Sunil lebih sumringah dibandingkan film sebelumnya.

Yah, drama romantis khas remaja berjudul Seandainya mengejutkan redaksi. Terbilang baru kali ini ada film dari Nayato sang sineas laris punya taste dengan kaidah sinematografi yang hampir lengkap.

Diperankan oleh bintang remaja yang Anda sudah kenal seperti Dinda Hauw, Chist Laurent, Cut Meyriska, Rendy Kjaernett dan R. Suwandanata yang berhasil mengekspresikan karakter ayah angkat bisu dan tuli secara natural.

"Memang saya research dan banyak belajar dari SLB yang berhasil memberikan banyak hal tentang ekspresi dan perilaku orang yang bisu tuli. Sementara rasa dan akting terpola dengan adaptasi yang tiba-tiba muncul begitu saja," jelas R. Suwandanata yang ikut menyaksikan Presscreening bersama Dinda Hauw.

Film berdurasi 100 menit memakai lokasi di daerah Jakarta, Bogor dan Bandung dan memakan waktu selama 15 hari syuting.

Sinopsis
Seseorang mengajari mencintai sunyi. Dan seseorang lainnya mengajari mencintai bunyi. Dan cinta menjadi lengkap karenanya...

CINTA hidup dalam sunyi bersama PAPA, ayahnya yang bisu dan tuli. Percakapan mereka adalah bahasa isyarat. Tapi terkadang, Cinta dan Papa bisa saling mengerti, bahkan tanpa gerakan jemari bahasa isyarat sekali pun. Mereka amat dekat. Semuanya berjalan normal, Cinta mencintai Papa, seperti Papa mencintai Cinta. Hingga muncul seseorang, dalam hidup Cinta...ARKANA.

"Pertemuan pertama" Cinta dengan Arkana, kakak kelasnya jauh dari kesan romantis. Cinta memergoki Arkana tertidur di bis saat berangkat sekolah. Cinta sebenarnya ilfil, karena Arkana seakan tak peduli pada ibu-ibu yang tidak kebagian tempat duduk. Pertemuan berikutnya, saat Cinta terkunci di perpustakaan bersama dengan Arkana yang sedang tidur di pojokan perpustakaan. Tapi justru saat terjebak di perpustakaan itu sesuatu terjadi...

Hujan turun amat deras. Dalam ruangan perpustakaan yang penuh dengan jendela-jendela kaca lebar, kilat membias dan gemuruh guntur memekakkan telinga. Cinta tampak ketakutan, dan dalam ketakutannya ia memeluk Arkana dengan mata terpejam! Arkana yang tengah tiduran duduk bersandar pada kursi, sambil memakai earphone jelas terkejut. Tapi ia dengan cepat mengatasi keterkejutannya. Arkana melepaskan earphone dan memakaikannya ke telinga Cinta, lalu memeluknya...

Setelah hujan reda dan mereka berhasil keluar dari perpustakaan, Arkana melemparkan tanya pada Cinta, apa Cinta takut pada hujan? Cinta tidak mau menjawabnya. Arkana lalu malah menantang Cinta untuk bertemu dengannya di kafe nanti malam. Cinta yang diolok-olok penakut, lalu menerima tantangan itu. Dan malam itu, Cinta pertama kali melanggar aturan Papa; keluar rumah malam hari tanpa ijin darinya.

Papa merasa Cinta berubah setelah ada Arkana, apalagi tanpa sengaja Papa memergoki Arkana mencium pipi Cinta. Padahal apa yang dilihat Papa, tidak seperti yang Papa duga. Tapi Papa telah mengambil kesimpulan; Arkana berandalan. Bad influence. Papa melarang Cinta berhubungan dengan Arkana. Tapi demikianlah cinta, semakin dilarang semakin menjadi. Cinta dan Arkana pun backstreet.

Arkana membawa Cinta ke rumahnya. Arkana mengenalkan Cinta pada BU SANJAYA, ibunya. Arkana selama ini tak pernah cerita tentang keluarganya. Ternyata ibu dan ayah Arkana, PAK SANJAYA telah berpisah. Hubungan Arkana dan Pak Sanjaya kurang harmonis. Arkana bekerja sebagai pemain piano di kafe kelas menengah dan punya impian masuk dapur rekaman, agar bisa bebas dari ayahnya secara finansial hingga Pak Sanjaya tidak bisa terus mengaturnya.

Sejalan dengan kedekatan mereka, Cinta mulai terbuka akan ketakutannya terhadap hujan. Karena saat masih bayi, ia ditemukan Papa di teras rumahnya, setelah hujan deras semalaman. Mungkin itu, yang menyebabkan alam bawah sadar Cinta membentuk rasa takutnya pada hujan...Arkana mencoba agar Cinta mengurangi rasa takutnya akan hujan; "Hujan gak akan gigit kamu. Hanya masa lalu yang bisa gigit kamu. Tapi sekarang enggak lagi.."

Arkana yang punya mimpi rekaman, bikin Cinta diam-diam berniat memberikan rekaman video Arkana yang sedang bermain piano pada PRODUSER. Dengan caranya, ia berhasil memberikan rekaman itu pada Produser. Sementara itu Arkana dan JAY, sahabatnya membenarkan mobil tua Arkana yang terbengkalai di halaman rumah Arkana. Arkana iba pada Cinta yang selalu naik bis, kalau mereka pergi ke mana-mana. Demikian cinta, dalam diam selalu bergerak untuk memberi. Bukan hanya menerima...

Hingga akhirnya Papa tahu kalau Cinta tetap menjalin hubungan dengan Arkana. Papa amat marah. Dan kemarahannya telah mencapai puncaknya; Papa tak mau tahu lagi soal Cinta. Tidak dianggap, jauh lebih menyakitkan daripada dimarahi. Dalam situasi seperti ini, kondisi Cinta drop, saat akan mengalami ciuman pertamanya. Arkana yang mengantarkan Cinta pulang, kena usir Papa. Kondisi Cinta makin memburuk. Hingga Papa membawanya periksa ke Dokter. Tidak terduga, Cinta ternyata sakit. Leukimia. Dalam keadaan merasa bersalah pada Papanya dan sakit, Cinta memutuskan untuk menjauhi Arkana... Arkana merasa ada yang disembunyikan Cinta. Hingga ia diam-diam mengikuti Cinta dan mengalami kecelakaan ringan...

Tidak terduga, Papa "merestui" Cinta untuk berteman lagi dengan Arkana. Cinta merasa Papa memberinya restu; karena merasa usia Cinta tidak cukup panjang untuk mengerti apa itu arti cinta. Hubungan Papa Cinta dan Arkana membaik. Bahkan Papa memberitahu soal sakit Cinta pada Arkana. Tapi di depan Cinta, Arkana bersikap seakan Cinta hanya sakit ringan. Arkana tidak memperlakukan Cinta seperti orang sakit. Walau dibelakang Cinta, Arkana tak dapat menutupi luka hati dan ketakutannya ditinggal Cinta.

Arkana yang telah mengembalikan mobil tua itu pada Pak Sanjaya, ayahnya, karena bertengkar akhirnya merendahkan diri. Ia memohon pada Pak Sanjaya agar diperbolehkan memakai mobil itu lagi. Karena Cinta yang sakit, tentu butuh kenyamanan. Arkana harus menekan egonya, sampai titik terendah. Demi cinta, Demi Cinta...

Arkana mendapat panggilan untuk rekaman. Dan akhirnya Arkana tahu, Cinta ada di belakang ini semua. Ia semakin takut kehilangan Cinta. Setelah Arkana rekaman, sakit Cinta bertambah parah. Cinta membutuhkan donor sumsum tulang. Tepat malam sebelum operasi dengan resiko komplikasi dan berujung pada kematian, Cinta bertanya pada Arkana, mengapa ia pura-pura tak tahu kalau Cinta sekarat? Arkana menjawab; kalau ia egois. Ia takut kehilangan Cinta. Arkana merasa, ia lebih butuh Cinta. Dibanding Cinta butuh Arkana. Arkana berkamuflase, berusaha meyakinkan diri, kalau Cinta tidak sakit apa-apa...

MUNGKIN, malam itu, malam terakhir mereka berdua. Dan ada yang harus pergi. Tapi KALAU PUN seseorang pergi, seseorang yang ditinggalkan, tidak akan pernah benar-benar merasa sendirian. Karena mereka saling mengajari arti cinta, saling menguatkan, kalau semua orang harus berdamai...dengan ketakutan...